Selasa, 23 Februari 2016

GUNUNG PADANG dan KUNCI PEMBUKA PORTAL

Suara :Sampai kapanpun manusia takkan bisa membuka isi sejati Gunung padang tanpa mengetahui KUNCI PEMBUKA. 
Diriku :Memangnya ada kunci pembukanya?  
Suara : Ada , tapi bgt sulit konvigurasinya.
Diriku : jika aku tahu dan bisa membuka, apa yang akan ku dapati pada Gunung padang?
Suara : banyak hal, teknologi, misteri, dll
Diriku : Aku akan memikirkan sesuatu, apakah kamu bisa mengetahui isinya?
Suara : tentu saja bisa. fikirkan.
aku memikirkan sesuatu
Suara : hahahahaha...... kamu ada- ada saja. tapi tidak mengapa. itu memang ada. namun tentu bukan itu yang kami maksud.
Diriku : ya tentu saja, aku akan memikirkan hal lain
Aku memikirkan sesuatu
Suara : bagaimana kamu bisa tahu hal itu?
Diriku : tapi ada kan? kalau yang ini?
kembali ku memikirkan sesuatu
Suara : kamu banyak tahu atau memang sengaja ngawur?
Diriku : apa bedanya tahu dan ngawur jika ternyata benar?
Suara : jika kamu asal dan ngawur maka kamu termasuk yang mengetahui keberadaan kami. tapi mengapa kamu tidak ikut mereka meneliti gunung padang?
Diriku : karna aku bukan siapa- siapa. karna aku hanya orang ngawur tanpa gelar sarjana.
Suara : Kamu punya garis darah dengan kami, apakah di tubuhmu ada sebuah gambar atau tulisan kuno seperti toh di kulit ?
Diriku : bukankah anda bisa menembus dlm penglihatan? kenapa harus bertanya?
Suara : kamu tahu , bukankah kebenaran akan sesuatu harus di akui baru bisa di katakan hal itu benar?
Diriku : memang saya punya gimana?
Suara : kapan dirimu mau ke puncak Gunung padang? akan ku tunjukkan sesuatu, tapi jangan mengajak orang.
Diriku : wah, itu namanya tidak bs bermanfaat bagi orang banyak kan?
Suara : ada hal yg kadang lebih baik tersembunyi. dan tidak di manfaatkan orang banyak. karena sudah usai masanya .
Diriku : baiklah kapan2 saja.... 
Suara : ingatlah, jika kamu naik maka bunyikan alat musik ini dengan suara pelan sambil menghadap ke gunung sana. pusatkan pikiranmu kosongkan , ikuti nada yang keluar dari alat musik ini. petiklah pelan dan berdentang seperti irama air hujan menetes dr ujung daun ke air telaga .
Diriku : Baiklah..... bagaimana dengan simbol kunci pembukanya/
Suara : pakailah fosfor hijau untuk menuliskan kuncinya.
ingatlah, fosfor hijau.... jangan yang lain.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar